Rabu, 03 Agustus 2022

KEUTAMAAN MENUTUP AIB ORANG LAIN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Khutbah Jumat: Keutamaan Menutupi Aib Orang Lain

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ (الحجرات: ١٢)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh yang diharamkan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sekarang ini kita menyaksikan, betapa mudahnya seseorang membuka aib sesama, melempar tudingan, mencari-cari kesalahan orang lain, menyebarluaskannya dan bahkan menjadikannya sebagai lelucon, tanpa menyadari akan bahayanya. Mereka berbicara tanpa mengindahkan larangan agama, berbicara tanpa fakta nyata dan hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Mereka tidak menyadari bahwa semua perkataan yang mereka ucapkan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.

Salah satu bahaya lisan yang sedang merebak luas adalah tentang ghibah. Ini terjadi di mana saja, baik di pasar, warung, halaman rumah, dapur, ruang tamu, tempat kerja, dan bahkan di masjid dan mushala. Ironisnya, hal ini sudah dianggap biasa dan menjadi hidangan keseharian dalam pergaulan. Juga tak kalah serunya dengan adanya acara-acara infotainmen tentang ghibah di berbagai media massa, yang kerapkali menyebut-nyebut keburukan orang lain. Berkenaan dengan hal ini, Allah swt memberikan peringatan dalam Al-Qur’an:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan aib orang lain dan janganlah kamu menggunjing (ghibah) sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh karena itu, jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS Al-Hujurat: Ayat 12)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ayat ini (QS al-Hujurat: 12) turun berkenaan dengan peristiwa salah seorang sahabat Rasul saw yang bernama Salman al-Farisi yang bila selesai makan, suka terus tidur dan mendengkur. Pada waktu itu ada orang yang menggunjing perbuatannya. Maka turunlah QS al-Hujurat ayat 12 yang melarang seseorang mengumpat dan menceritakan aib orang lain.

Selaras dengan larangan Allah swt tersebut, Rasulullah saw juga melarang mengumbar aib orang lain. Sebagaimana sabdanya:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا
“Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara” (HR al-Bukhari).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata aib itu memiliki arti malu, cela, noda, salah ataupun keliru. Menurut al-Fairuz Abadzi dalam Al-Qamus al-Muhith, secara bahasa, aib (العيب) bermakna cacat atau kekurangan. Bentuk jamaknya adalah uyub. Adapun sesuatu yang memiliki aib, dalam bahasa Arab disebut ma’ib. Sementara itu dalam kitab ­ad-Dur al-Mukhtar, Al-Hasfaki menyampaikan bahwa sebagian ulama mazhab Hanafi menjelaskan aib dengan pengertian:
مَا يَخْلُو عَنْهُ أَصْل الْفِطْرَةِ السَّلِيمَةِ مِمَّا يُعَدُّ بِهِ نَاقِصًا
“Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaannya dan hal itu dianggap sebagai bentuk kekurangan”.

Secara psikologis, jika kita mendengar suatu informasi dari orang lain lalu menjadikan hati kita merasa tidak enak, maka hal ini dapat disebut aib. Aib dapat berupa peristiwa, keadaan, atau suatu penjelasan. Seringkali aib sendiri maupun orang lain diumbar secara sadar/tidak sadar kita sebarkan ke orang lain, bahkan diviralkan ke media massa atau media sosial. Aib merupakan sesuatu yang digambarkan buruk, tidak terpuji, dan negatif. Aib adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang jika diketahui oleh orang lain akan membuat rasa malu yang membawa kepada efek psikologi yang negatif. Korban akan merasa terzalimi, disudutkan, dan bahkan dilemahkan jatidirinya.

Aib terbagi menjadi dua, yaitu aib khalqiyah yang bersifat kodrati dan Aib khuluqiyah yang berkenaan dengan perilaku. Aib khalqiyah merupakan aib karena terdapat cacat di salah satu organ tubuh atau penyakit yang membuatnya malu jika diketahui oleh orang lain, sedangkan yang kedua yaitu aib khuluqiyah yang bersifat fi’li (perilaku) merupakan aib dari perbuatan maksiat, baik yang dilakukan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rasulullah bersabda:
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barang siapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat” (HR Muslim).

Menutup aib orang lain tidak hanya memiliki keutamaan akan menutup aib kita di dunia dan akhirat, tapi juga seperti menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup. Hal ini sebagaimana yang disinyalir oleh hadits Nabi saw yang berbunyi: “Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya, maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup” (HR Abu Daud).

Untuk itu, mari kita jauhi ghibah, dusta, prasangka, dan mencari-cari kesalahan orang lain serta menyebarluaskan aib sesama. Jagalah aib orang lain sebagaimana kita menjaga aib pribadi. Dan mari kita amalkan doa yang biasa dibaca Rasulullah pada pagi dan petang, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra:
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِيْ
“Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepada Mu ‘Afiyah di dunia dan akhirat. Yaa Allah aku memohon kepada Mu ‘‘Afwaa dan ‘Afiyah pada urusan agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Yaa Allah tutupi auratku (aib-aibku)”

Demikian khutbah yang singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللّٰهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى اللّٰه عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.



KHUTBAH JUMAT

Turing 141.200.

*PANGANDARAN TOUR*

Untuk memperat talisilaturahmi  dalam Rekreasi di Pantai 
Kami mengajak  anda sekeluarga pengguna Radio Hobi yang  insya Alloh akan berangkat 

Pada Hari      : Jumat
Tanggal.        : 7 Oktober 2022
Pukul.            : 10 Malam 
Tmpt kumpul : Pintu Tol Kopo
Biaya.            : Rp.300 000,- /orang

Biaya sudah termasuk :
*Bis AC Pariwisata*
*Tiket masuk lokasi*
*Tol, parkir Dan Tip Supir
*Penginapan Non AC 1Km 4 Orang
DI SEDIAKAN PUL MUSIK

*Snack  Dan Makan 1x*

01. Dewan syuro
02. Oma Azam
03. Ustadz Yachya
04. Umi Rini
05. Bunda Iin
06. Om Aim
07.
08.
09.
10.

Lanjutkan ....
 
Imformasi  Hub 081221588321 (Dewan Suro ) untuk tranfer  bisa melalui BRI 07590100866653 6 an.Yayat Hidayat.

Selasa, 02 Agustus 2022

ACARA TOUR PAGUYUBAN KULTUM .

Hasil kesepakatan pengurus paguyuban maka kami akan mengadakan tour Pangandaran pada tanggal 7 Oktober 2022

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh alhamdulillah pada hari ini kita berempat tim  paguyuban Kultum bapak ustadz Yachya kemudian bapak ketua bapak DS dan selaku penasihat juga bendahara kami mengadakan pertemuan di sini semata-mata adalah untuk mem planningkan rencana tour ke Pangandaran pada tanggal 7 Oktober 2022 yang insya Allah keberangkatan itu di jam 10.00 malam dan insya Allah balik ke balik ke Bandung pada hari Minggu di jam 12.00 siang untuk itu mudah-mudahan kita saling mendukung kegiatan ini adalah sebagai tanda untuk mempererat tali silaturahim kita insya Allah itu mudah segala sesuatunya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan amin nanti ketik kurang dari sini

*PANGANDARAN TOUR*

Untuk memperat talisilaturahmi  dalam Rekreasi di Pantai 
Kami mengajak  anda sekeluarga pengguna Radio Hobi yang  insya Alloh akan berangkat 

Pada Hari      : Jumat
Tanggal.        : 7 Oktober 2022
Pukul.            : 10 Malam 
Tmpt kumpul : Pintu Tol Kopo
Biaya.            : Rp.300 000,- /orang

Biaya sudah termasuk :
*Bis AC Pariwisata*
*Tiket masuk lokasi*
*Tol, parkir Dan Tip Supir
*Penginapan Non AC 1Km 4 Orang

*Snack  Dan Makan 1x*

01. Dewan syuro
02. Oma Azam
03. Ustadz Yachya
04. Umi Rini
05. Bunda Iin
06. Om Aim
07.
08.
09.
10.

Lanjutkan ....
 
Imformasi  Hub 081221588321 (Dewan Suro ) untuk tranfer  bisa melalui BRI 0759 01 008 666 53 6 an.yayat Hidayat.

Doa Agar Terhindar dari Pikun, Utang Tak Terbayar dan Siksa Kubur


Doa Agar Terhindar dari Pikun, Utang Tak Terbayar dan Siksa Kubur
Rasulullah SAW mengajarkan doa agar dilindungi dari sifat-sifat jelek dan segala keburukan. Foto/SINDOnews
Bagi yang ingin dijauhkan dari sifat-sifat jelek ada baiknya mengamalkan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam berikut. Dalam beberapa riwayat, Nabi menganjurkan umatnya membiasakan doa perlindungan ini.

Doanya singkat, namun redaksinya tergolong komplet karena berisi meminta perlindungan dari segala sifat jelek dan keburukan. Di antaranya, penyakit pikun, malas, utang tak terbayar, fitnah Dajjal, siksa kubur dan sebab yang mendatang dosa. 

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ عَنْ شُعَيْبٍ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَغْرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

"Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdul Karim dari Syu'aib dari Al laits dari Yazid Ibnu Al Had dari Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya ia berkata; "Aku mendengar Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam mengucapkan: "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL KASALI WAL HARAMI WAL MAGHRAMI WA MA'TSAMI WA A'UUDZU BIKA MIN SYARRIL MASIIHID DAJJAL WA A'UUDZU BIKA MIN ADZAABIL QABRI WA A'UUDZU BIKA MIN ADZAABIN NAAR." (Hadis Sunan An-Nasa'i 5395)

Berikut Bacaan Doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَغْرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahumma Inni A'uudzu Bika Minal Kasali wal Harami wal Maghrami wa Ma'ssami wa A'uudzu Bika min Syarril Masiihid Dajjal wa A'uudzu Bika min Adzaabil Qabri wa A'uudzu Bika min Adzaabin Naar.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, pikun, utang yang tidak terbayar, sebab yang mendatangkan dosa. Aku berlindung kepada-Mu dari Al-Masih Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa neraka." (HR An-Nasa'i 5395)

Doa serupa juga diketengahkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Namun redaksinya sedikit berbeda dari doa yang di atas. 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allahumma inni a'udzu Bika minal 'Ajzi, wal Kasali, wal Jubni, wal Haromi, wal Bukhl. Wa a'udzu bika min 'adzabil Qobri wa min Fitnatil Mahyaa wal Mamaat. 

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian." (HR Al-Bukhari 6367 dan Muslim 2706)

Baca Juga: Doa-doa Agar Dilindungi Dari Segala Keburukan
(Ustadz Yachya yusliha)

Senin, 01 Agustus 2022

6 Pertanyaan di Alam Kubur dan Cara Menjawabnya.


6 Pertanyaan di Alam Kubur dan Cara Menjawabnya
Setiap manusia yang memasuki alam kubur akan ditanya oleh Malaikat tentang enam perkara. Foto/ilustrasi
Alam Kubur atau disebut alam barzakh merupakan gerbang pertama menuju alam akhirat. Setiap manusia yang memasuki alam kubur akan ditanya oleh Malaikat tentang enam perkara. 

Kehidupan di alam kubur cukup panjang, banyak ujian di dalamnya. Apabila seseorang selamat di alam kubur maka setelahnya akan lebih mudah bagi dia. 

Nabi shollallohu 'alaihi wasallam mengingatkan manusia tentang fitnah kubur. "Wahai manusia, berlindunglah kalian dari siksa (azab) kubur, sesungguhnya azab kubur itu benar adanya." (HR Ahmad)

Sejak di bangku sekolah, kita diajarkan bahwa ketika berada di alam kubur ada dua Malaikat yang mendatangi kita yaitu Malaikat Munkar dan Nakir. 

Kedua Malaikat ini ditugaskan oleh Allah untuk menanyakan ahli kubur. Dalam buku "Rahasia Kunci Jawaban di Alam Kubur" karya Dr KH Asep Dadang disebutkan, pertanyaan pertama Malaikat Munkar dan Nakir adalah seputar rukun Islam, yaitu Syahadat.

Hal ini dijelaskan dalam salah satu rwayat hadis:

المسلم اذا سئل فى القبر يشهد ان َل اله اَل هللا وان محمدا رسول هللا. روه متفق عليه

Artinya: "Seorang muslim apabila ditanya di Alam Kubur adalah tentang dua kalimat syahadat". (HR Muttafaqun 'Alaih) 

Berikut pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir seputar syahadat.

1. Man Robbuka? (Siapa Tuhanmu?)
Muslim menjawab: Allaahu Rabbi (Allah Tuhanku)

2. Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Muslim menjawab: Muhammadun Nabiyyi(Muhammad Nabiku)

3. Ma Dinuka? (Apa Agamamu?)
Muslim menjawab: Al-Islamu Dini (Islam Agamaku)

Jika seorang muslim bisa menjawabnya, maka akan terdengar suara penyeru dari langit: "Benar Hamba-Ku ini! Hamparkan tikar dari Surga kepadanya, lalu angin surgadatang kepadanya, suruh dia istirahat seperti istirahatnya kedua pengantin."

Pertanyaan tersebut mungkin terlihat mudah dan sepele. Namun jangan salah paham. Jawaban atas pertanyaan Malaikat itu tergantung amal ibadah kita selama hidup di dunia. Apabila ia muslim yang taat maka akan dengan mudah menjawabnya.

Akan tetapi, bagi orang kafir tidak berlaku demikian. Mereka tidak akan bisa menjawab pertanyaan tersebut. Akan terdengar suara dari langit: "Hamba-Ku ini seorang pendusta, penolak ajaran, hamparkan tikar dari api neraka, maka siksa sampai kiamat datang". Na'udzubillahi min dzalik!

Dalam beberapa riwayat, pertanyaan Malaikat diikuti tiga pertanyaan lainnya, sehingga berjumlah enam pertanyaan, yaitu:

1. Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)
Dijawab: Allahu Rabbi (Allah Tuhanku)

2. Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Dijawab: Muhammadun Nabiyyi (Muhammad Nabiku)

3. Ma Dinuka? (Apa Agamamu?)
Dijawab: Al-Islamu Dini (Islam Agamaku)

4. Man Imamuka? Siapa imammu?
Dijawab: Al-Qur'an Imami (Al-Qur'an Imamku)

5. Aina Qiblatuka? (Dimana Kiblatmu?)
Dijawab: Al-Ka'batu Qiblati (Ka'bah Qiblatku)

6. Man Ikhwanuka? (Siapa Saudaramu?)
Dijawab: Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani(kaum Muslim dan Muslimah saudaraku)

Demikian enam pertanyaan Malaikat di dalam kubur. Semoga Allah Ta'ala berkenan menyelamatkan kita di alam kubur.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Ujian di Alam Kubur, Bisa Jadi Taman Surga Atau Lubang Neraka
(Ustadz Yachya yusliha)

Jelang Kiamat: Pengikut Dajjal Hidup Makmur, Orang yang Beriman kepada Allah Taala Menderita


Jelang Kiamat: Pengikut Dajjal Hidup Makmur, Orang yang Beriman kepada Allah Taala Menderita
Mereka yang menjadi pengikut Dajjal hidup makmur sedangkan yang beriman kepada Allah menjadi miskin. Foto/Ilustrasi: Taza tarin
Kemunculan Dajjal adalah pertanda kiamat sudah sangat dekat . Dia menjadi fitnah terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Salah satu hadis Nabi Muhammad SAWmenyebut bahwa pengikut Dajjal kebanyakan adalah kaum Yahudi dan perempuan. Jumlah mereka ada 70.000 orang.

Hadis dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah SAW mengabarkan,

يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألفا عليهم الطيالسة

“Dajjal akan diikuti oleh 70,000 Yahudi dari Asfahan, mereka memakai thayalisah” (HR Muslim 2944). Thayalisah adalah selendang yang dipakai di pundak, menyerupai baju/jubah, tidak memiliki jahitan.

Sedangkan hadis dari sahabat ‘Utsman bin Abil ’ash ra, bahwa Nabi SAW bersabda:

أكثر أتباع الدجال اليهود و النساء

“Kebanyakan pengikut Dajjal, adalah orang Yahudi dan kaum wanita” (HR Ahmad, dalam musnad beliau 4/216-217).

Di kalangan umat Yahudi sendiri Dajjal adalah sosok raja yang ditunggu-tunggu. Mereka meyakini Dajjal sebagai raja yang akan menguasai lautan dan daratan. Mereka juga meyakininya sebagai salah satu tanda kebesaran Allah. Mereka menamainya dengan nama Al-Masih bin Dawud.

Kepercayaan ini berbeda dengan yang diyakini kaum muslimin. Orang-orang beriman, menunggu kedatangan Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa as . Kelak, Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi Isa di daerah Palestina. Demikian pula beliau akan memimpin peperangan memberangus para pengikutnya.

Baca jugaBenarkah Pengikut Dajjal Didominasi Kaum Wanita? 

Sangat Banyak
Ridwan Abdullah Sani dalam buku berjudul "Utusan Terakhir dan Fitnah Dajjal" saat menafsirkan hadis “Dajjal akan diikuti oleh 70,000 Yahudi dari Asfahan" mengatakan kata tujuh menyatakan banyak, sehingga angka 70.000 menyatakan bahwa pengikut Dajjal sangat banyak dari semua golongan, termasuk umat Yahudi, Nasrani, dan Muslim. 

"Orang-orang yang menolak ajakan Dajjal akan ditimpa kemiskinan dan kelaparan. Sedangkan orang-orang yang mau mengikuti kesesatannya akan hidup makmur," ujar Ridwan Abdullah Sani. 

Menurut dia, hal tersebut diberitakan dalam beberapa hadis. Ridwan Abdullah Sani pun menunjukkan hadis antara lain sebagai berikut:

1. "Ia datang pada suatu kaum dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu beriman kepadanya, ia memberi perintah kepada langit, maka turunlah hujan, lalu ia memberi perintah kepada bumi, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan". 

"Lalu ia datang kepada kaum yang lain, dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu menolak ajakannya, maka berpalinglah ia dari mereka, lalu kaum itu tertimpa kelaparan, dan tak ada sedikit kekayaan pun yang mereka kuasai”. 

2. “Dan di antara fitnah Dajjal ialah, apabila ia datang pada suatu kaum yang tak mau beriman kepadanya, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya, dan apabila ia datang pada kaum lain yang beriman kepadanya, maka ia memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan ia memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan”. 

3. “Sungai-sungai dunia dan buah-buahan akan tunduk kepada Dajjal, maka barangsiapa mau mengikuti dia, ia akan memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang kafir dan barang siapa menentang dia, maka persediaan makanannya akan dirampas dan dihentikan mata-pencahariannya”.

4. “Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Dajjal akan berkata: “Sesungguhnya kami tahu bahwa Dajjal adalah kafir, tetapi kami bersahabat dengan Dajjal, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohon-pohonnya.

5. “Dan ia (Dajjal) akan membawa gunung roti, dan sekalian manusia akan mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti dia”. 

Baca jugaMengapa Allah Menciptakan Dajjal? Ini Penjelasannya 

Ridwan Abdullah Sani mengatakan kehidupan bagi orang yang beriman kepada Allah akan sangat sulit pada masa kehadiran Dajjal. Hal tersebut merupakan ujian keimanan yang sangat dahsyat. 

Orang-orang yang tidak kuat menahan derita akan memilih untuk bersahabat dan mengikuti Dajjal walaupun mereka tahu bahwa ia kafir.

Menurut Ridwan Abdullah Sani, sebenarnya hal seperti ini telah terjadi pada sebagian manusia yang memilih untuk hidup mewah dengan menggadaikan keimanannya kepada Allah. Sebuah contoh nyata dari ujian keimanan adalah terjadinya penindasan pada umat muslim di Uyghur oleh pemerintah Cina. Orang-orang yang menjalankan syariat Islam akan dipenjara atau masuk kamp konsentrasi, sementara istri mereka diperkosa, dan anak-anak mereka dididik untuk membenci Islam. 

Beberapa sistem dunia yang diperkenalkan oleh kaum Yahudi, menurut Ridwan Abdullah Sani, juga merupakan sistem Dajjal, misalnya riba dan tipu-menipu dalam perdagangan. 

"Sistem seperti itu telah dipergunakan oleh orang-orang yang tamak, untuk memperoleh untung sebesar-besarnya," ujarnya. 

Ridwan Abdullah Sani mengatakan orang yang menghormati dan bersahabat dengan Dajjal akan memeluk agama Dajjal dengan cara sukarela atau terpaksa. "Mereka yang menjadi pengikut-pengikut Dajjal akan senang hidupnya. Hal ini berlaku pula bagi orang-orang yang bersumpah setia kepadanya," katanya.

Baca jugaMengenal Gerbang Lod Tempat Terbunuhnya Dajjal
(Ustadz Yachya yusliha)

Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anak-anaknya.

Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anak-anaknya

Para orang tua yang beriman akan terus menerus dan mengulang-ulang untuk senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Foto istimewa
Doa atau mendoakan anak agar tumbuh berkembang menjadi anak saleh adalah kewajiban orang tua. Apalagi semua dan setiap orang beriman menginginkan anaknya menjadi anak yang saleh. Para orang tua yang beriman akan terus menerus dan mengulang-ulang untuk senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Karena mendoakan anak sudah menjadi satu paket sebagai program pendidikan untuk anak. 

Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid dalam kitabnya Manhaj At-Tarbiyah An-Nabawiyah Lit Thifl mengatakan bahwa yang pertama kali dilihat anak adalah rumah dan lingkungannya. Ketika ia mendengar lantunan doa doa dari orang tua -nya makan dia akan melihat kebaikan di lingkungannya.

Baca juga: Inilah 5 Doa Terbaik Orang Tua untuk Sang Buah Hati 

Rumah mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan anak. Maka doa akan membawa dampak kebaikan bagi si anak. Apalagi Doa orang tua kepada anaknya adalah doa mustajab.

NabiShallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :

“Tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa kedua orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi” (HR. Abu Daud).

Doa orang tua, baik bapak atau ibunya adalah doa yang mustajab, baik itu berisi doa kebaikan maupun keburukan. Di antara manfaat seringnya mendoakan kebaikan untuk anak adalah:

Pertama, doa kedua orang tua untuk anak adalah termasuk doa yang mustajab dan akan dikabulkan oleh Allah berdasarkan keterangan dalam hadis Nabi.

Kedua,mendoakan anak akan menambah semangat dan motivasi dalam mendidik anak.

Ketiga, mendoakan anak akan memperkuat rasa kasih sayang dan kedekatan hati dari kedua orang tua.

Keempat,hal ini merupakan sunah para nabi dan rasul, karena mereka selalu mendoakan kebaikan untuk anak dan juga keturunannya di masa yang akan datang sebagaimana banyak disebutkan dalam Al-Qur’an.

Doa orang tua untuk anak termasuk juga bukti curahan hati orang tua kepada anak untuk terus berbuat tanpa henti meluruskan jalan si anak agar semakin baik terhadap lingkungan dan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Di antara sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan oleh Allah di dalam Al- Qur’an. Doa untuk kebaikan anak yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an antara lain : 

1. Doa para‘Ibadurrahmandalam Al Qur’an : 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَاوَذُرِّيَّاتِنَاقُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Ya Tuhan kami,anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqan: 74).

Baca juga: 7 Tips Menanamkan Kejujuran pada Anak Sesuai Tuntutan Syariat

2. Doa Nabi Zakariya‘Alaihis salam : 

فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا(5)يَرِثُنِيوَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا(6)


“Anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian) dari sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridhai di sisi-Mu”(QS. Maryam: 5-6).

Beliau Nabi Zakariya‘Alaihis salamjuga berdoa : 

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَذُرِّيَّةً طَيِّبَةًإِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ


“Ya Tuhanku,anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang shalih. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa”(QS. Ali-‘Imran: 38).

3. Doa Nabi Ibrahim dan Isma’il‘Alaihimas salam : 

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْذُرِّيَّتِنَاأُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ


“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mudan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu”(QS. Al-Baqarah: 128).

4 DoakhalilullahNabi Ibrahim‘Alaihis salam : 

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ


“Ya Tuhanku,anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih”(QS. Ash-Shaffat: 100).

Lalu ada doa lainnya : 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْذُرِّيَّتِيرَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ


“Ya Tuhanku,jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku”(QS. Ibrahim: 40).

وَاجْنُبْنِيوَبَنِيَّأَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ


“Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala”(QS. Ibrahim: 35).

Ada doa Nabi Ibrahim tatakala telah mencapai usia matang yaitu usia 40 tahun : 

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي


“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai.Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku”(QS. Al-Ahqaf: 15).

Yang perlu diingat adalah tidak selayaknya orang tua melontarkan kata-kata keburukan untuk anaknya karena itu bisa menjadi sebuah doa. Doa keburukan akan menimbulkan bahaya dan merusak anak. NabiShallallahu ‘alaihi wasallammelarang mendoakan keburukan bagi anak, karena ini bertentangan dengan akhlak Islam dan menyelisihi cara pendidikan yang diajarkan para nabi. 

Beliau bahkan berharap kepada Allah seraya bersabda :

“Aku berharap kepada Allah semoga akan lahir dari tulang sulbi mereka keturunan yang senantiasa menyembah hanya kepada Allah.”

Baca juga: Nasihat Bagi Para Suami Menghadapi Perilaku Buruk Istri 

Wallahu'alam
(Ustadz Yachya yusliha)