Jumat, 20 Januari 2023

Contoh pemanggilan NCS.




–Apakah Frekuensi ini sedang dipergunakan?
-Perhatian, silahkan untuk bergeser atau stanby jika Anda masih menggunakan frekuensi 141.138 MHz.

karena sebentar lagi akan kami gunakan untuk kegiatan Kultum .

-Please stanby.. please stanby.. please stanby..
-Selamat pagi . rekan-rekan anggota Baraya Kultum di Bandung dan sekitarnya..



-Disini saya NCS No Anggota....

 dengan operator .... 


-Memanggil rekan-rekan ... Baraya  kultum.

01. 335 Zi-i
02. 373 h tita



 wilayah Bandung dan sekitarnya untuk serobit pada frekuensi 141.138 MHz
-Sebelum kegiatan Kultum.

 
-Pertama-tama kami berikan kesempatan kepada anggota kultum yang akan menyampaikan berita darurat, emergency atau urgent traffix dipersilakan..


(jika tidak ada dilanjutkan panggilan kedua, jika ada diterima dan dipanggil)


-Kesempatan pertama tidak dipergunakan kami berikan kesempatan kedua kepada ketua atau Pengurus Kultum. untuk menyampaikan berita atau pengumuman dipersilahkan, disini Net Control Stanby…


-Pada spasi yang cukup tidak dipergunakan kesempatan berikutnya pemanggilan umum, dipersilakan untuk memanggil atau yang berkenan ceck in disini No ... Net control stanby…


(Jika ada yang memanggil segera dicatat dan dengan spasi yang cukup segera dipanggil balik, mungkin ada beberapa stasiun yang memanggil silahkan dipanggil secara bergantian).

*Setelah sampai puncak kegiatan net berakhir sesuai jadwal dapat kita tutup dengan contoh kalimat seperti dibawah ini;

-Kami ucapkan terimakasih untuk rekan-rekan yang telah berpartisipasi ceck in dan mohon maaf bila ada stasiun yang ceck in namun belum tercatat dan terpanggil, kami berharap partisipasinya pada kegitan Net berikutnya.


-Tepat pada Pukul 05:30 kegiatan Kultum Net kami tutup dengan negatif berita atau pengumuman.


-dan peserta yang ter logsheet sejumlah ... orang diawali oleh ... dan diakhiri ..


-Sekali lagi mohon maaf jika ada salah dalam membawakan tugas, saya ... mengucapkan terimakasih...
-Sampai jumpa … . Bye .. bye .. Assalamualaikum.

Itulah contoh NET, Anda dapat mengembangkan atau mengolah kalimat sendiri yang lebih baik.
Semoga bermanfaat.

1 Rojab jatuh hari apa


Jadwal Buka Puasa Bogor Hari Ini 24 April 2022, Cek di Sini
Ilustrasi malam 1 Rajab. (Foto: Getty Images/pictafolio)
 - Salah satu cara untuk menyambut malam 1 Rajab yang dapat diamalkan muslim adalah membaca doa menyambutnya. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dengan keutamaan yang dikandungnya.

Rajab menjadi satu dari empat bulan suci sesuai firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 36. Melalui ayat ini, Allah SWT berfirman mengenai bulan-bulan yang diagungkan,

ุฅِู†َّ ุนِุฏَّุฉَ ุงู„ุดُّู‡ُูˆุฑِ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงุซْู†َุง ุนَุดَุฑَ ุดَู‡ْุฑًุง ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุฑْุจَุนَุฉٌ ุญُุฑُู…ٌ ۚ ุฐَٰู„ِูƒَ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุงู„ْู‚َูŠِّู…ُ ۚ ูَู„َุง ุชَุธْู„ِู…ُูˆุง ูِูŠู‡ِู†َّ ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ۚ ูˆَู‚َุงุชِู„ُูˆุง ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒِูŠู†َ ูƒَุงูَّุฉً ูƒَู…َุง ูŠُู‚َุงุชِู„ُูˆู†َูƒُู…ْ ูƒَุงูَّุฉً ۚ ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุนَ ุงู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Dinamakan bulan Haram menurut Al Qodhi Abu Ya'la merujuk pada dua makna. Pertama, ada pengharaman pembunuhan pada keempat bulan tersebut.

Kedua, larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan lainnya. Sufyan Ats Tsauri dalamKitab Latho-if Al Ma'arif menambahkan, 4 bulan Haram adalah waktu terbaik untuk mengerjakan amal ketaatan hingga para salaf menyukai puasa pada bulan tersebut.

"Pada bulan Haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya," kata Sufyan Ats Tsauri yang diterjemahkan Tim PISS-KTB dalam buku Hasil Bahtsul Masail dan Tanya Jawab Agama Islam.

Keutamaan bulan Rajab lainnya disebutkan dalam salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah dan dikutip dari kitab The Book of Miscellany. Hadits ini mengatakan, Rajab berada tepat sebelum bulan Sha'ban dan Ramadhan, sesuai dengan kalender Hijriah.

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ุจูƒุฑุฉ ู†ููŠุน ุจู† ุงู„ุญุงุฑุซ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„‏:‏ ‏"‏ุฅู† ุงู„ุฒู…ุงู† ู‚ุฏ ุงุณุชุฏุงุฑ ูƒู‡ูŠุฆุชู‡ ูŠูˆู… ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุณู…ูˆุงุช ูˆุงู„ุฃุฑุถ‏:‏ ุงู„ุณู†ุฉ ุงุซู†ุง ุนุดุฑ ุดู‡ุฑًุง، ู…ู†ู‡ุง ุฃุฑุจุนุฉ ุญุฑู…‏:‏ ุซู„ุงุซ ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช‏:‏ ุฐูˆ ุงู„ู‚ุนุฏุฉ، ูˆุฐูˆ ุงู„ุญุฌุฉ، ูˆุงู„ู…ุญุฑู…، ูˆุฑุฌุจ ู…ุถุฑ ุงู„ุฐูŠ ุจูŠู† ุฌู…ุงุฏู‰ ูˆุดุนุจุงู†

Artinya: "Waktu telah menyelesaikan siklusnya dan telah mencapai kondisi saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Tahun terdiri atas 12 bulan dengan empat bulan tidak dapat diganggu gugat. Tiga di antaranya berurutan Dhul-Qa'dah, Dhul-Hijjah dan Muharram dan Rajab https://www.detik.com/tag/rajab, bulan Mudar (suku), yang berada di antara Jumada dan Sha'ban." (HR Bukhari dan Muslim)

Jadwal Malam 1 Rajab dan Doa Menyambutnya

Mengingat ada sejumlah keutamaan di bulan Rajab seperti yang disebutkan sebelumnya, ada baiknya bila muslim memerhatikan kapan malam 1 Rajab dimulai dan menyambutnya dengan bacaan doa. Untuk mengetahui waktu tepatnya, diperlukan konversi kalender Hijriah menjadi kalender Masehi.

Salah satunya seperti yang disusun oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui kalender digital terbitannya yang bertajuk Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023 M. Berdasarkan kalender konversi tersebut, malam 1 Rajab dimulai pada Senin, 23 Januari 2023 mendatang.

Untuk menyambutnya, muslim dapat mengamalkan doa menyambut bulan Rajab sebagai berikut.

ุฃู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจَุงุฑِูƒْ ู„َู†َุง ูِูŠْ ุฑَุฌَุจَ ูˆَุดَุนْุจَุงู†َ ูˆَุจَู„ِّุบْู†َุง ุฑَู…َุถَุงู†

Bacaan latin: Allahumma barik lana fi rajaba wa sya'bana wa balighna Ramadhana

Artinya: "Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan."

Menurut Ustadz Yusuf Mansyur dalam arsip pemberitaan detikcom, doa tersebut memiliki derajat hadits dhaif atau ringan. Meskipun demikian, tidak ada salahnya untuk membaca doa menyambut bulan Rajab tersebut untuk meminta keberkahan dari Allah SWT sepanjang bulan Rajab.

Selain itu, dikutip dari laman Kemenag, sejumlah ulama menganjurkan untuk memperbanyak amal di bulan Rajab atas dasar fadailul a'mal, seperti mengerjakan salat sunnah khusus sesudah salat Maghrib, berpuasa sunnah sebulan penuh, memperbanyak istighfar Rajab dan shalawat Rajab meski masih ada sikap pro dan kontra di kalangan ulama. 


Simak Video "Doa di Nusa Dua, Luhut Harap Rusia-Ukraina Damai Saat G20"



(rah/lus)

Kamis, 19 Januari 2023

YANG HADIR KULTUM SAHABAT KULTUM

- Kami ucapkan terimakasih untuk rekan-rekan yang telah berpartisipasi ceck in dan mohon maaf bila ada stasiun yang ceck in namun belum tercatat dan terpanggil, kami berharap partisipasinya pada kegitan Net berikutnya.

-Tepat pada Pukul . kegiatan pemanggilan kami tutup dengan negatif berita atau pengumuman..

-dan peserta yang ter logsheet sejumlah  .. orang diawali oleh   dan diakhiri oleh .

-Sekali lagi mohon maaf jika ada salah dalam membawakan tugas, saya ... mengucapkan terimakasih..




Membangun Keluarga Sakinah Dunia-Akhirat


Setiap perkawinan yang dibangun oleh sepasang suami istri pasti dikehendaki untuk langgeng tanpa ada perceraian yang menimpa. Setiap keluarga yang dibina pasti diinginkan untuk tetap terus kokoh sampai kapan pun di mana terjalin ikatan lahir batin yang baik antar semua anggotanya.

Dalam sebuah kehidupan berkeluarga yang terbina dengan baik setiap anggotanya akan saling memperhatikan satu sama lain, berkeinginan untuk selalu berbagi dan bersama dalam suka dan duka.

Sebuah contoh kecil, seorang yang baik biasanya akan teringat orang tua, suami, istri dan anak-anaknya saat ia makan enak sendirian di sebuah restoran. Seenak apa pun makanan yang disajikan untuknya dirasa tak istimewa tanpa kehadiran anggota keluarga tercinta. Namun sebaliknya, sesederhana apa pun makanan yang disantap akan terasa nikmat bila dinikmati bersama seluruh anggota keluarga.

Gambaran kecil seperti itu bukan saja dialami oleh setiap manusia yang hidup di dunia, tapi bahkan saat di akhirat kelak seorang yang baik akan merasa kesepian bila ia menikmati hasil ketaatannya sendirian tanpa ditemani anggota keluarganya baik orang tua, suami, istri atau anak-anak keturunannya. Dengan demikian berkumpulnya semua anggota keluarga di dunia hingga akhirat dalam kebaikan mestinya menjadi cita-cita bagi setiap orang mukmin yang berkeluarga.

Dalam Surat An-Nisa ayat 11 Allah berfirman:
 

ุขุจุงุคُูƒُู…ْ ูˆَุฃَุจْู†ุงุคُูƒُู…ْ ู„ุง ุชَุฏْุฑُูˆู†َ ุฃَูŠُّู‡ُู…ْ ุฃَู‚ْุฑَุจُ ู„َูƒُู…ْ ู†َูْุนุงً

“Orang-otang tua dan anak-anak kalian, kalian tidak tahu manakah di antara mereka yang lebih dekat kemanfaatannya bagi kalian.”

Mengenai ayat tersebut sahabat Abdullah bin Abas mengatakan sebagimana dikutip oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitab tafsirnya Al-Munir, bahwa kelak Allah akan memberi syafaat kepada orang-orang mukmin, di mana sebagian mereka akan memberi syafaat kepada sebagian yang lain. Siapa yang lebih taat kepada Allah maka dialah yang lebih tinggi derajatnya di surga. Maka bila ada orang tua yang lebih tinggi derajatnya di surga daripada anaknya, maka atas permintaan sang orang tua Allah akan menaikkan derajat anaknya sehingga orang tuanya akan merasa bahagia bisa kembali berkumpul dengan anaknya. Pun sebaliknya, bila sang anak lebih tinggi derajatnya di surga dibanding orang tuanya, maka Allah akan menaikkan derajat orang tuanya sehingga sang anak merasa senang dapat berkumpul kembali dengan orang tuanya.

Hal serupa juga disinggung dalam Surat At-Thur ayat 21 yang menyebutkan bahwa di akhirat kelak seorang mukmin akan ditemukan dengan anak-anak keturunannya yang sama-sama beriman.

Penjelasan atas ayat tersebut dirasa penting untuk diperhatikan oleh setiap orang mukmin yang membina keluarga, baik pasangan suami istri baru atau pun yang telah lama membangun dan membina rumah tangga. Bahwa ikatan perkawinan bukan saja dirajut untuk membangun keluarga yang kokoh di dunia tapi juga diharapkan akan mampu mengumpulkan kembali setiap anggota keluarga di akhirat kelak di tempat penuh kenikmatan. Dan untuk mencapai itu mesti ada usaha dari setiap anggota keluarga untuk menjadi orang yang terbaik di hadapan Allah agar kelak ia bisa mengangkat derajat anggota keluarga yang lain.

Lebih khusus lagi bagi orang tua semestinya berusaha lebih kuat untuk bisa menciptakan generasi yang taat beragama. Pendidikan agama mesti lebih diperhatikan untuk diberikan kepada anak-anak agar tercipta generasi yang saleh lahir dan batin. Karena ia tidak tahu apakah dirinya atau anak-anaknya yang kelak lebih memberi manfaat meninggikan derajat yang lainnya di surga. 

(Ustadz Yachya Yusliha)

Hukum menikahi istri yang punya suami

Sebelum membahas mengenai dasar hukum penuntutan terhadap pria yang menikahi secara siri istri yang sudah memiliki suami tersebut, kami akan menjelaskan terlebih dulu secara normatif mengenai keabsahaan dari nikah siri tersebut. Untuk menyederhanakan jawaban, kami akan menggunakan istilah ‘suami’ untuk suami yang akan melakukan penuntutan, dan ‘suami siri’ untuk pria yang menikahi siri si istri.

Pernikahan siri yang dilakukan oleh si istri dengan suami siri adalah pernikahan yang tidak sah. Sebab, seorang wanita yang masih dalam ikatan perkawinan dilarang melakukan pernikahan lain. Perkawinan dengan wanita bersuami adalah bertentangan dengan Hukum Islam dan karenanya perkawinan tersebut haram dan tidak sah dan berdosa apabila dilakukan.

Secara normatif, ketentuan mengenai hal ini telah diatur di dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor Nomor 1 Tahun 1974 (“UU Perkawinan”) yang menyatakan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami, dengan bunyi selengkapnya sebagai berikut:

Pada azasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami.

Kemudian Pasal 9 UU Perkawinan juga kembali menegaskan bahwa seorang yang masih terikat tali perkawinan dengan orang lain tidak dapat kawin lagi, dengan bunyi ketentuan selengkapnya:

Seorang yang masih terikat tali perkawinan dengan orang lain tidak dapat kawin lagikecuali dalam hal yang tersebut pada Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 4 Undang-undang ini.

Adapun Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 4 UU Perkawinan yang dimaksud adalah ketentuan mengenai suami yang hendak berpoligami. Padahal dalam konteks ini, si istri lah yang bersuami lebih dari satu atau dalam praktiknya disebut dengan Poliandri  yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

Sistem perkawinan yang membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan.

Sementara itu, larangan seorang istri yang masih terikat hubungan perkawinan untuk menikah dengan laki-laki lain juga terdapat di dalam Pasal 27 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang menyatakan:

Pada waktu yang sama, seorang lelaki hanya boleh terikat perkawinan dengan satu orang perempuan saja; dan seorang perempuan hanya dengan satu orang lelaki saja.

Dengan demikian, secara hukum, antara si istri dan suami sirinya sesungguhnya tidak ada hubungan hukum perkawinan.

Pasal Perzinaan

Namun jika hubungan antara istri dan suami siri telah mengarah ke hubungan seksual, yang dilakukan si istri dengan suami sirinya dapat dikatakan sebagai perzinaan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka menjawab pertanyaan Anda, tuntutan yang bisa dilakukan oleh sang suami adalah tuntutan pidana atas perzinaan. Dasar hukum yang dapat digunakan untuk menjerat suami siri adalah Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana  (“KUHP”).

Akan tetapi, karena dalam hal ini istri telah meninggal dunia, perlu dipahami bunyi Pasal 77 KUHP:

Kewenangan menuntut pidana hapus, jika tertuduh meninggal dunia.

Terkait dengan pasal ini, R. Soesilo dalam bukunya berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 91) mengatakan bahwa dalam pasal ini terletak suatu prinsip bahwa penuntutan hukuman itu harus ditujukan kepada diri pribadi orang. Jika orang yang dituduh telah melakukan peristiwa pidana itu meninggal dunia, maka tuntutan atas peristiwa itu habis begitu saja, artinya tidak dapat tuntutan itu lalu diarahkan kepada ahli warisnya.

Selasa, 03 Januari 2023

Ustadz Yachya Yusliha

Ustadz Yachya Yusliha

Khutbah Jumat: Sebaik-baik Umur adalah yang Diberkati Allah



Khutbah I


ุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ّٰู‡ِ ุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ّٰู‡ِ ุงู„ّุฐูŠ ู‡َุฏَุงู†َุง ุณُุจُู„َ ุงู„ุณّู„ุงَู…ِ، ูˆَุฃَูْู‡َู…َู†َุง ุจِุดَุฑِูŠْุนَุฉِ ุงู„ู†َّุจِูŠّ ุงู„ูƒَุฑูŠู…ِ، ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุงِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ّٰู‡ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุง ุดَุฑِูŠูƒ ู„َู‡، ุฐُูˆ ุงْู„ุฌَู„ุงู„ِ ูˆَุงู„ุฅูƒْุฑุงู…، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَ ุฑَุณูˆู„ُู‡، ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆ ุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†ุง ู…ُุญَู…ّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ِู‡ ูˆَุฃุตْุญุงุจِู‡ِ ูˆَุงู„ุชَّุงุจِุนูŠู†َ ุจِุฅุญْุณุงู†ِ ุฅู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ: ูَูŠَุงุฃูŠُّู‡َุง ุงู„ุฅِุฎْูˆَุงู†، ุฃูˆْุตُูŠْูƒُู…ْ ูˆَ ู†َูْุณِูŠْ ุจِุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَุทَุงุนَุชِู‡ِ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆْู†ْ، ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุชَุนَุงู„ู‰َ ูِูŠ ุงْู„ู‚ُุฑْุงู†ِ ุงْู„ูƒَุฑِูŠู…ْ: ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ِู„ّٰู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„َّุดูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠْู…، ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ: ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ًุง ุณَุฏِูŠุฏًุง، ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„ّٰู‡ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูŠَุง ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆْุง ุงุชَّู‚ُูˆْุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆْุชُู†َّ ุฅِู„ุงَّ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ.
ุตَุฏَู‚َ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุงู„ุนَุธِูŠู…ْ

Jamaah Jumat hafidhakumullah,

Umumnya orang berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi-Nya umur panjang. Sedikit sekali atau bahkan mungkin tidak ada orang yang menginginkan berumur pendek. Mereka tentu memiliki alasan masing-masing. Namun umumnya alasan mereka adalah karena ingin memiliki amal baik yang cukup semasa hidupnya sebagai bekal hidup abadi di akhirat. Hal ini memang memiliki dasar yang kuat sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah shallahu alaihi wa sallam sebagai berikut:

ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ู†َّุงุณِ ู‚َุงู„َ : ู…َู†ْ ุทَุงู„َ ุนُู…ُุฑُู‡ُ ูˆَุญَุณُู†َ ุนَู…َู„ُู‡ُ

Artinya: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”(HR: Tirmidzi)

Hadits itu telah menginspirasi banyak orang untuk senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi-Nya umur panjang. Mereka telah meyakini bahwa salah satu tanda orang terbaik adalah apabila seseorang berumur panjang dan hidupnya penuh dengan amal-amal kebaikan. Mereka yang umurnya panjang tetapi amal-amal kebaikannya amat sedikit tidak termasuk orang-orang terbaik, bahkan mereka digolongkan sebagai orang-orang yang merugi.

Namun demikian adalah kenyataan bahwa tidak setiap orang berumur panjang meski mereka berdoa demikian. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana dengan mereka yang berumur pendek? Apakah mereka dengan sendirinya tidak termasuk orang-orang terbaik?

Jamaah Jumat hafidhakumullah,

Untuk menjawab pertanyaan di atas kita dapat merujuk penjelasan dari Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Sabรฎlul Iddikรขr wal I’tibรขr bimรข Yamurru bil Insรขn wa Yanqadli Lahu minal A’mรขr (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 47) sebagai berikut:

ูˆَุฎَูŠْุฑُ ุงู„ْุนُู…ُุฑِ: ุจَุฑَูƒَุชُู‡ُ، ูˆَุงู„ุชَّูˆْููŠْู‚ُ ูِูŠْู‡ِ ู„ِู„ْุฃَุนْู…َุงู„ِ ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุฉِ، ูˆَุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุงู„ْุฎَุงุตَّุฉِ ูˆَุงู„ْุนَุงู…َّุฉِ

Artinya: “Sebaik-baik umur ialah yang diberkati Allah subhanu wata’la, yang diberi-Nya taufiq untuk mengerjakan amalan saleh dan kebajikan-kebajikan lain baik yang khusus maupun yang umum.”

Dari kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa sebaik-baik umur ialah yang diberkati Allah subhanu wata’la, yang diberi-Nya bimbingan untuk melakukan berbagai kesalehan dan kebajikan. Jadi kebaikan seseorang sebetulnya tidak semata-mata bergantung pada umurnya yang panjang, tetapi lebih pada seberapa banyak amal kebaikan yang dilakukannya semasa hidupnya. Penjelasan ini sesuai dengan hadits Rasulullah shallahu alaihi wa sallam di atas.

Oleh karena itu, bisa saja seseorang berumur pendek tetapi amal kebaikannya sangat banyak dan mungkin sama atau bahkan melebihi mereka yang berumur panjang. Orang-orang seperti ini termasuk orang-orang terbaik karena mampu memanfaatkan umurnya yang pendek untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Inilah umur yang penuh dengan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam kaitan itu, Sayyid Abdullah Al-Haddad menyebutkan contoh beberapa orang saleh yang tidak berumur panjang namun amal kebaikannya sangat banyak dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Di antara contoh itu adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Idris Asy-Syafi’i, atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Syafiรญ. Beliau wafat dalam usia 54 tahun. Meski usia beliau tidak panjang, namun beliau semasa hidupnya mampu menghasilkan banyak kebaikan seperti karya-karya yang sangat penting bagi kaum Muslimin.

Jamaah Jumat hafidhakumullah,

Di antara karya-karya besar Imam Syafi’i adalah pertama: Kitab Ar-Risalah yang merupakan kitab tentang Ushul Fiqh. Kedua, Kitab Al-Umm yang merupakan kitab tentang mazhab fiqihnya. Ketiga, Kitab Ikhtilaf al-Hadits yang merupakan kitab tentang hadits. Keempat, Kitab Tafsir Al-Imam Asy-Syafi’i yang merupakan kitab tentang tafsir Al-Quran, dan lain sebagainya. Beberapa sumber menyebutkan jumlah kitab karangan Imam Syafi’i lebih dari 120 buah, dan beliau hafidz Qur’an dalam usia 7 tahun.

Contoh lain orang saleh yang tidak berumur panjang namun amal kebaikannya sangat banyak adalah Abu Hฤmid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali, atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Al-Ghazali. Beliau wafat dalam usia 55 tahun. Meski beliau berumur pendek, namun begitu besar sumbangsihnya bagi masyarakat luas, khususnya kaum Muslimin. Beliau dijuluki Hujjatul Islam karena jasa-jasanya membela kebenaran Islam dengan mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dengan argumen yang sulit dipatahkan oleh lawan.

Di antara karya-karya besar Imam Al-Ghazali adalah pertama: kitab Ihya Ulumiddin yang merupakan kitab tentang akhlak dan tasawuf. Kedua, kitab Jawahir Al-Qur’an yang merupakan kitab tentang tafsir Al-Qur’an. Ketiga, kitab Al-Basith dan Al-Wasith yang merupakan kitab tentang ilmu fiqih dan ushul fiqih. Keempat, kitab Maqashid Al-Falasifah dan Al-Arba’in fi Ushuluddin yang merupakan kitab filsafat dan ilmu kalam, dan lain sebagainya. Beberapa sumber menyebutkan jumlah kitab karangan Imam Al-Ghazali lebih dari 200 buah.

Jamaah Jumat hafidhakumullah,

Dari apa yang dijelaskan dan dicontohkan oleh Sayyid Abdullah Al-Haddad di atas sangatlah jelas bahwa pemahaman literal tentang umur yang baik hanyalah umur panjang yang dipenuhi dengan kebaikan masih memiliki kekurangan. Pemahaman ini memang tidak salah, hanya belum akomodatif terhadap fakta bahwa banyak orang saleh tidak berumur panjang. Orang-orang seperti ini meskipun tidak berumur panjang, namun amal-amal kebaikannya sangat banyak sebagaimana disebutkan di atas, yakni Imam Syafiรญ dan Imam Al-Ghazali.

Oleh karena itu, sekali lagi, sebaik-baik umur adalah umur yang diberkati Allah subhanu wata’la. Hal ini meliputi umur panjang dan banyak digunakan untuk melakukan amal-mal saleh dan kebajikan-kebajikan lainnya. Selain itu adalah umur yang tidak panjang namun banyak digunakan untuk mengerjakan kesalehan-kesalehan hingga pada tingkat tertentu yang setara atau malahan lebih banyak dari mereka yang berumur panjang.

Terhadap kelompok kedua, yakni mereka yang tidak berumur panjang namun banyak mengerjakan kesalehan-kesalehan dan kebajikan-kebajikan seperti Imam Syafi’i dan Imam Al-Ghazali, Sayyid Abdullah Al-Haddad menyebutnya sebagai hamba-hamba Allah yang terpilih dan diberkati sehingga amal kebaikannya sangat banyak dan mungkin lebih banyak dan lebih terasa manfaatnya dari pada yang dipanjangkan umurnya.

Jamaah Jumat hafidhakumullah,

Batasan umur panjang di kalangan umat Islam, memang tidak ada patokan khusus yang disepakati bersama. Hanya kebanyakan umat Islam menjadikan umur Rasulullah shallahu alaihi wa sallam yang mencapai 63 tahun sebagai standar. Artinya mereka yang mencapai umur di atas 63 tahun diyakini telah mendapatkan bonus umur dari Allah subhanu wata’la. Sedangkan mereka yang tidak mencapai umur 63 tahun, semisal 50-55 tahun, atau kurang dari itu seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang wafat dalam usia kurang dari 40 tahun termasuk berumur pendek sebagaimana dijelaskan Sayyid Abdullah Al-Haddad dalam kitab tersebut di atas.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki umur yang diberkati Allah subhanu wata’la. Amin ya rabbal alamin.

ุฌَุนَู„َู†ุง ุงู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุฅูŠَّุงูƒู… ู…ِู†َ ุงู„ูَุงุฆِุฒِูŠู† ุงู„ุขู…ِู†ِูŠู†، ูˆَุฃุฏْุฎَู„َู†َุง ูˆุฅِูŠَّุงูƒู… ูِูŠ ุฒُู…ْุฑَุฉِ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ : ุฃุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ِู„ّٰู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠู…ْ، ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ุงู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ْ: ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ًุง ุณَุฏِูŠุฏًุง

ุจุงَุฑَูƒَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ู„ِูŠْ ูˆَู„ูƒู…ْ ูِูŠ ุงู„ู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ุนَุธِูŠْู…ِ، ูˆَู†َูَุนَู†ِูŠْ ูˆَุฅِูŠّุงูƒُู…ْ ุจِุงู„ุขูŠุงุชِ ูˆุฐِูƒْุฑِ ุงู„ุญَูƒِูŠْู…ِ. ุฅู†ّู‡ُ ุชَุนุงَู„َู‰ ุฌَูˆّุงุฏٌ ูƒَุฑِูŠْู…ٌ ู…َู„ِูƒٌ ุจَุฑٌّ ุฑَุคُูˆْูٌ ุฑَุญِูŠْู…ٌ


Khutbah II

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ّٰู‡ِ ุนَู„ู‰َ ุฅِุญْุณَุงู†ِู‡ِ ูˆَุงู„ุดُّูƒْุฑُ ู„َู‡ُ ุนَู„ู‰َ ุชَูˆْูِูŠْู‚ِู‡ِ ูˆَุงِู…ْุชِู†َุงู†ِู‡ِ. ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุงِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุงู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃู†َّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุงู„ุฏَّุงุนِู‰ ุฅู„ู‰َ ุฑِุถْูˆَุงู†ِู‡ِ. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู€ู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆِุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุชَุณْู„ِูŠْู…ًุง ูƒِุซูŠْุฑًุง

ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ ูَูŠุงَ ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงِุชَّู‚ُูˆุงุงู„ู„ّٰู‡َ ูِูŠْู…َุง ุฃَู…َุฑَ ูˆَุงู†ْุชَู‡ُูˆْุง ุนَู…َّุง ู†َู‡َู‰ ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆْุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุฃَู…َุฑَูƒُู…ْ ุจِุฃَู…ْุฑٍ ุจَุฏَุฃَ ูِูŠْู‡ِ ุจِู†َูْุณِู‡ِ ูˆَุซَู€ู†َู‰ ุจِู…َู„ุข ุฆِูƒَุชِู‡ِ ุจِู‚ُุฏْุณِู‡ِ ูˆَู‚َุงู„َ ุชَุนุงَู„َู‰ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَู…َู„ุขุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆْู†َ ุนَู„ู‰َ ุงู„ู†َّุจِู‰ ูŠุข ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆْุง ุตَู„ُّูˆْุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆْุง ุชَุณْู„ِูŠْู…ًุง. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู€ู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†ุงَ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู†ْุจِูŠุขุฆِูƒَ ูˆَุฑُุณُู„ِูƒَ ูˆَู…َู„ุขุฆِูƒَุฉِ ุงْู„ู…ُู‚َุฑَّุจِูŠْู†َ ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุนَู†ِ ุงْู„ุฎُู„َูَุงุกِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠْู†َ ุฃَุจِู‰ ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑ ูˆَุนُุซْู…َุงู† ูˆَุนَู„ِู‰ ูˆَุนَู†ْ ุจَู‚ِูŠَّุฉِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ูˆَุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠْู†َ ูˆَุชَุงุจِุนِูŠ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠْู†َ ู„َู‡ُู…ْ ุจِุงِุญْุณَุงู†ٍ ุงِู„َู‰ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ ูˆَุงุฑْุถَ ุนَู†َّุง ู…َุนَู‡ُู…ْ ุจِุฑَุญْู…َุชِูƒَ ูŠَุง ุฃَุฑْุญَู…َ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠْู†َ

ุงَู„ู„ّٰู‡ُู€ู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูˆَุงْู„ู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ูˆَุงْู„ู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ูˆَุงْู„ู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ ุงَู„ุงَุญْูŠุขุกُ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงْู„ุงَู…ْูˆَุงุชِ ุงَู„ู„ّٰู‡ُู€ู…َّ ุฃَุนِุฒَّ ุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…َ ูˆَุงْู„ู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ูˆَุฃَุฐِู„َّ ุงู„ุดِّุฑْูƒَ ูˆَุงْู„ู…ُุดْุฑِูƒِูŠْู†َ ูˆَุงู†ْุตُุฑْ ุนِุจَุงุฏَูƒَ ุงْู„ู…ُูˆَุญِّุฏِูŠَّุฉَ ูˆَุงู†ْุตُุฑْ ู…َู†ْ ู†َุตَุฑَ ุงู„ุฏِّูŠْู†َ ูˆَุงุฎْุฐُู„ْ ู…َู†ْ ุฎَุฐَู„َ ุงْู„ู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ูˆَ ุฏَู…ِّุฑْ ุฃَุนْุฏَุงุกَ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ ูˆَุงุนْู„ِ ูƒَู„ِู…َุงุชِูƒَ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู€ู…َّ ุงุฏْูَุนْ ุนَู†َّุง ุงْู„ุจَู„ุงَุกَ ูˆَุงْู„ูˆَุจَุงุกَ ูˆَุงู„ุฒَّู„ุงَุฒِู„َ ูˆَุงْู„ู…ِุญَู†َ ูˆَุณُูˆْุกَ ุงْู„ูِุชْู†َุฉِ ูˆَุงْู„ู…ِุญَู†َ ู…َุง ุธَู‡َุฑَ ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَู…َุง ุจَุทَู†َ ุนَู†ْ ุจَู„َุฏِู†َุง ุงِู†ْุฏُูˆู†ِูŠْุณِูŠَّุง ุฎุขุตَّุฉً ูˆَุณَุงุฆِุฑِ ุงْู„ุจُู„ْุฏَุงู†ِ ุงْู„ู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ุนุขู…َّุฉً ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงْู„ุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ. ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†ุงَ ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً ูˆَูِู‰ ุงْู„ุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ. ุฑَุจَّู†َุง ุธَู„َู…ْู†َุง ุงَู†ْูُุณَู†َุง ูˆَุงุฅู†ْ ู„َู…ْ ุชَุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَุชَุฑْุญَู…ْู†َุง ู„َู†َูƒُูˆْู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงْู„ุฎَุงุณِุฑِูŠْู†َ. ุนِุจَุงุฏَุงู„ِู„ّٰู‡ِ ! ุฅِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูŠَุฃْู…ُุฑُู†َุง ุจِุงْู„ุนَุฏْู„ِ ูˆَุงْู„ุฅِุญْุณَุงู†ِ ูˆَุฅِูŠْุชุขุกِ ุฐِูŠ ุงْู„ู‚ُุฑْุจู‰َ ูˆَูŠَู†ْู‡َู‰ ุนَู†ِ ุงْู„ูَุญْุดุขุกِ ูˆَุงْู„ู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุงْู„ุจَุบْูŠ ูŠَุนِุธُูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุฐَูƒَّุฑُูˆْู†َ ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ุงْู„ุนَุธِูŠْู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ ูˆَุงุดْูƒُุฑُูˆْู‡ُ ุนَู„ู‰َ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ ูˆَู„َุฐِูƒْุฑُ ุงู„ِู„ّٰู‡ِ ุฃَูƒْุจَุฑْ


Ustadz Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.



KHUTBAH JUMAT